Pages

Thursday, May 14, 2026

...

Aku pernah dipertemukan dengan seorang perempuan dewasa, saat itu dia mengatakan sangat ingin mengakhiri masa lajangnha. 

Entah nanti akan dipertemukan dengan duda, ataupun pria single dia akan setuju dan menerima, yang terpenting adalah masa lajangnya segera berakhir.

3tahun kemudian, Tuhan mengabulkan doanya.
Dia dipertemukan dengan lelaki dewasa, dengan satu anak. 
Dia sungguh bahagia, dan setiap hari bercerita padaku bahwa dia sangat sayang dengan anak dari (calon partner) tersebut.
Bahkan, dia menunjukkan ekspresi yang saat itu aku tangkap adalah kesedihan dan iba ketika menceritakan kisah anak tersebut yang ternyata baru saja ditinggal meninggal ibunya sehingga anak tersebut seperti kehilangan arah, panutan, dan kasih sayang.

Saat itu, dia menceritakan niat baiknya bahwa ingin menjadi sosok ibu sambung untuk anak tersebut supaya tidak lagi kehilangan figure seorang Ibu. Dan aku meng-amiini niat baik dia.

Singkat cerita, yang dia doakan:
 - tidak lagi lajang, terkabul.
- menjadi sosok ibu sambung dari anak malang yang dia ceritakan tempo hari, terkabul.

Namun sepertinya kenyataan di lapangan tidak semulus paha lucinta luna, dan perjalanan tidak semudah ngebangun Burj Khalifa.

Dari kenyataan hidup dia yang aku dapat ambil pelajaran adalah:

*aku takut meninggal di saat anak-anakku belum cukup dewasa untuk hidup mandiri. Karena aku engga tahu, semeninggalnya aku nanti apakah Pak Gaung akan lekas menikah (lagi) atau tidak.

Jika pun pilihan dia menikah lagi, apakah nanti wanita yang mendampingi dia akan mampu membersamai anak-anakku seperti kami saat ini.

Aku percaya takdir hidup dan mati sudah tertulis, doaku adalah semoga kami bisa sehat, dan panjang usia sampai anak-anak kami mampu dewasa dn mandiri. aamiin

Saturday, September 27, 2025

Broken

how you know if your 'little one' has broken.. but he cant tell you.

what will you do? nothing.
cause, that is the only one and only you had been did all this time.

what will you say? blaming. like what you always usually did.

where your position when 'your little one' need you? no where. and you had been lost your integrity since than..

so, the crucial question is....

*ps: 
its only the matter of perception mind

Monday, September 1, 2025

N*Jes!

Pernah ketemu orang narsis? yap, dimanapun dan kapanpun ada kesempatan  biasanya orang narsis akan selalu mempromosikan dirinya.

Merasa lebih pintar, lebih Oke, lebih dewasa, dan lain sebagainya.

Sunday, August 10, 2025

Lucunya Terlahir di Keluarga ini..

Banyak orang bilang bahwa kita bisa memilih ingin memiliki anak atau tidak.
- Jika ingin memiliki anak, kita pasti akan berusaha mewujudkan. Tinggal hasil akhir tergantung pada keputusan Tuhan
- Jika ingin tidak memiliki anak, kita sebagai manusia pasti akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk membuatnya tidak memiliki anak. Entah dengan kontrasepsi, ataupun 'menghilangkan' nya.

Sayangnya semua hal itu berbanding terbalik dengan sang anak.
Anak tidak dapat memilih lahir di keluarga dan orang tua seperti apa.

Begitu juga dengan yang saat ini terjadi, hidup memang selucu ini.
Berada di cyrcle yang bisa dibilang sampah.

Bahkan beberapa hal yang dianggap tabu, menjadi hal biasa di mataku dan mata adik kesayanganku, aku berikan beberapa contoh:

Friday, August 8, 2025

Kata Mereka Dia ...

07.08.2025

Singkat jelas padat. 
Kalimat rasis yang terucap menandakan ketidaksukaan mereka sudah terpatri di hati dan fikiran.

Kata mereka, dia Cino Kere, Ndalanan, tidak didik orang tua.

Bagaimana bisa dengan mulusnya kalimat penghakiman tersebut muncul tanpa ada rem di sela-sela-nya.

Bagaimana bisa mereka dengan mudahnya menghakimi, padahal untuk mengenal sosoknya saja mereka enggan.

Bagaimana bisa mereka dengan entengnya berteriak lantang di teras rumah mengeluarkan kalimat

Wednesday, March 19, 2025

Dunia Puti-Puti

Nah kan otakku ngehank, bisa-bisanya salaman mesra, pelukan hangat, cipika cipiki, haha hihi sok peduli

padahal ketika balik badan, itu mulut udah mulai langsung komat kamit, nyjnyir sono-sini. Apalagi klo pas dapet moment jelek-jelekjn, buset bisa sampe sundul langit. 

anjoii..sejahanam ini dunia puti-puti.
gokil sih, aku pun pernah terjerumus peran macem ni untungnya cepet sadar dan langsung sungkem minta maaf ke orang yang aku ledekin di belakang.

Diamuk gak? ya diamuk-amuklah, tapi

Friday, February 28, 2025

ANAK KESAYANGAN? HAH ANAK KESAYANGAN? MATAMU!

Iso-isone share ke orang-orang dengan bilang kalau aku ama adekku ki anak kesayangan emak bapak?

DALAM KONTEKS NEGATIF LOH YA, DIA NYINYIR SHARE KE ORANG-ORANG DENGAN NGE-LABEL-IN KAMI ANAK KESAYANGAN.

Tuesday, January 7, 2025

Burung Bukan Sekedar Burung

Ya! Burung bukan sekedar burung dalam ceritaku kali ini adalah makna sesungguhnya. 

Karena berawal dari membahas soal burung inilah, seorang anak bersifat dakjal mampu mengucapkan kalimat yang sampai sekarang masih stuck di kuping, kepala, dan ingatanku.

----- 'MBOKMUi NYAT ASU' -----

Satu buah kalimat yang terasa masih nyaring di telingaku, padahal sudah berjalan 18 bulan yang lalu.

Wednesday, January 1, 2025

Menurutku 'Wajar' Jika Aku Benci.

Ya. Menurutku wajar jika aku memilih benci bahkan menganggap dia kembali mati.
Bukan tentang aku tidak menerima takdir bahwa darah yang mengalir dalam tubuh kita adalah sama, tetapi ini tentang bagaimana aku harus bersikap dengan segala tingkah ketololan dia selama kami hidup.

Aku membenci perbuatan dan ucapannya selama ini, entah yang ditujukan kepadaku, kepada siblingku, kepada orangtuaku, bahkan kepada belahan hatiku.

Mungkin memang dari dulu kala dia mengganggap aku sebagai rival, kenapa aku berfikir demikian? karena jika aku tarik garis memori, tidak ada sedikitpun alasan lain selain dia memandangku sebagai saingan ataupun rival.

Padahal sejatinya, tanpa perlu menjadi rivalpun secara fisik, dan kepintaran dia sudah jauh lebih unggul dibanding diriku yang modelannya tidak jauh beda dengan centong nasi ini.

Saat ini, tanggal 01 Januari 2025 sudah saatnya bagiku menuangkan segala perbuatan dan ucapan dia melalui tulisan di sini. Supaya nanti, jika aku tetiba menjadi baik aku harus ingat bahwa dia adalah salah satu sumber penyakit hati dan fikiran sibling, ortu, dan partner hidupku.

----------------SATU--------------
1. Ketika aku SD, dia pernah menimpukku dengan penghapus karet dan tepat mendarat di hidungku. 

Saat aku berusia 8 tahun, aku sangat bersyukur orang tuaku melahirkan satu bayik lucu imut-imut yang bisa membuatku bahagia karena akhirnya aku tidak perlu lagi pura-pura akur dengan seseorang yang sepertinya tidak menerima kehadiranku. I love my little sister so much

Kembali ke kenangan buruk selanjutnya. 
Ketika aku duduk di bangku SMA kelas 2, Dia duduk dibangku SMA kelas 3. Ya, secara akademik kami memang hanya beda satu tahun dan aku sangat bersyukur kami tidak berada di satu SLTP dan SMA yang sama.


---------------DUA---------------
2. Suatu hari saat kami berada di dalam mobil Starlet. Komposisi aku, mamak, dia, dan adik kecilku. Dia memiliki percakapan dengan mamak tentang perselingkuhan seorang suami dengan adik ipar (awalnya).
Saat itu, dia memiliki pacar namanya A*i orang Makassar. 
Aku dan adikku duduk di bangku belakang. 

Tanpa ada angin, dan hujan tetiba dia bilang seperti ini:
B (inisial buat dia): "kowe ojo nganti ngono loh ya, jo nganti ngganggoni A*i suk nak kami wes nikah" translate ("Kamu jangan sampai kaya gitu loh ya, jangan sampe gangguin A*i kalau nanti kami udah nikah)

A (aku): 'hah? ngapain ngganggoni. doyan mas A*i wae ora. nggilani' translate (hah? ngapain godain. Doyan mas A*i aja engga. Jijik')

Reflek aku jawab demikian, karena kalimat dia terkesan ngerendahin aku yang memang secara pergaulan aku tidak memiliki pacar saat itu. Tapi bukan berarti aku jomblo ngenes yang doyan embat lakik orang.
Reaksi dia sangat tidak terduga, dia maki-maki aku dengan kalimat di luar Nurul

B: "lambemu jogo yen ngomong, ra doyan ra doyan, rasah sok ayu. Dilokne ben antisipasi malah nyauri"  Translate ('Mulut kamu jaga kalau ngomong, bilang ga doyan ga doyan, jangan sok cantik. Dikasih tau buat antisipasi malah ngejawab')
Ebuset.. entah nalar dari mana yang dia gunakan. Bisa-bisanya kalimat macem itu dibilang antisipasi. Yang ada itu ngerendahin orang (menurutku).

--------------TIGA-------------
3. Di pertengahan tahun 2005, aku pernah menjadi korban dari mulut berbisanya. 
Aku dipukuli Papak gara-gara aduan dia yang ngaco.

Saat itu jaman-jaman aku ikut les Newtron guna persiapan naik kelas 3 SMA pilih jurusan. 
Dan dia juga ambil les di tempat yang sama. Aku ambil jam 15.00 WIB dan selesai di jam 17.00WIB

dia? Seingatku dia ambil jam 17.00WIB selesai jam 19.00WIB.
Hari itu setelah les, aku berkeliling ke Manahan untuk refreshing sejenak dan sekitar jam 17.30an tidak sengaja bertemu dia sedang boncengan dengan pacarnya. Aku tidak ambil pusing. Dan yauda aku lanjut pulang.

Sesampai di rumah, papak buka pager dengan tatapan super tajam, dan tetiba menginterogasi aku dengan kalimat-kalimat di luar akal. Papak mengira aku bolos les, dan kelayapan ke manahan.

Aku kaget dong. Aku hanya bisa mengucapkan kalimat "kalau memang ga percaya, silakan cek ke Newtron. Di sana ada absen kedatangan jam berapa dll"
Belum juga aku selesai jawab dan memberikan penjelasan, tangan papak sudah pukul kepalaku dan lempar remote tv ke arahku (untung aku bisa ngelak). 

dan lagi-lagi aku hanya bisa menangis. Aku hanya bisa menjelaskan kejadiannya ke ibuku, bahwa seharusnya yang dimarahin adalah si B karena di jam yang mestinya dia les kog malah terlihat berduaan dengan pacarnya di Manahan. Dan seperti sebelumnya, Mamak menerima ceritaku sambil memintaku melupakannya. MANA BISA

-----------EMPAT------------
4. Kejadian tidak mengenakkan kembali terjadi ketika hubungan dia dan pacarnya menuju ke jenjang lebih serius. 
Orangtua kasih kesempatan buat dia berkunjung ke Makassar, guna memastikan kondisi keadaan keluarga si A*i ini.. Dengan catatan, aku disuruh ikut buat menemani dan dijanjikan aku diajak jalan-jalan di sana.

But, di lapangan yang terjadi adalah selama 3 hari di sana aku ditinggal di rumah A*i dan disuruh ngobrol main dengan keponakannya. Mereka? Entah. Mungkin mereka pacaran. 

Yang jelas di hari terakhir, aku dibawa ke pantai Losari (dalem hatiku, lumayan ada kenangan foto. Buat bukti aku pernah ke Makassar).
Hell-nya adalah, dia cerita ke orang tuaku bahwa dia full nganterin aku jalan-jalan dan happy-happy.

Apa yang aku lakuin? saat itu aku diam dan tidak membantah sedikitpun, karena cukup lelah dengan kelakuan dia yang banyak bohong dan ngarang cerita. 
H+1 akhirnya aku cerita ke Mamakku, sambil nangis.

Aku bersyukur selalu tidur satu kamar dengan adikku, sehingga saat hal buruk terjadi aku masih merasa happy karena tidak sendiri. Masih ada manusia unyul-unyul yang bisa aku ajak ngobrol biarpun saat itu dia ga paham-paham banget lah ya.

---------------LIMA------------
5. Belum selesai soal kisah di Makassar, kembali aku menjadi korban kebiadaban mulut bisa-nya. Kali ini korbannya adalah aku dan sahabatku Putri.

H+1 sepulang dari Makassar, aku menerima SMS makian dari Putri yang garis besar isinya adalah 'Jangan jelek-jelekin Dias (pacar putri) di depan orang tuaku'. Kaget ga tuh? kaget dong, kagetlah pasti. 

Secara aku tidak pernah membuka percakapan apapun tentang dias di depan orangtuaku, kecuali mereka tanya kabar putri bagaimana? dan pacarnya sekarang siapa. Sudah cukup sampai di situ.

Karena SMS putri cukup panjang, dan menyakitkan. Aku merasa harus ketemu langsung dan menanyakan maksud dari ini semua.

Kami janjian buat ketemu di rumah Putri, aku jemput Putri dan lalu kami pergi ke halte depan Regina Pacis Jajar.

Dari sana Putri menceritakan semuanya.  Tentang kekecewaan dia kepadaku yang menurut dia aku telah jelek-jelekin Dias depan orangtuaku. 

Aku jelaskan juga ke dia, aku engga ada omongan apapun tentang Dias. Paling mentok adalah aku bahas pacar putri saat ini namanya Dias, kakak kelas SMA ku dan kalau pergi-pergi dijemput Putri.

Putri kaget dengan penjelasanku, lalu dia mengeluarkan handphone dan menunjukkan isi SMS seseorang. 

Aku baca, dan demi Allah ini sangat di luar nalar. Isinya adalah semua hal-hal yang memang jahat. Terkesan aku menjelek-jelekkan Dias sangat parah. 

Rasa kaget dan marahku belum hilang, malah bertambah ketika aku melihat nama kontak dari si pengirim SMS tersebut 'Mba M****'. 
Ya Tuhan, si Anjing berulah lagi. Dan yang kali ini sudah keterlaluan karena merembet kemana-mana.

Akhirnya permasalahanku dengan Putri selesai malam itu, Putri cukup kaget dengan penjelasanku dan dia masih tidak percaya bahwa ada seorang yang katanya secara legalitas adalah saudara tetapi kelakuannya melebihi orang asing dari neraka jahanam.

Sampai rumah, aku lihat di penjahat itu sudah tidur lalu aku masuk ke kamar orang tuaku.
Aku tidak tahan, dan aku menangis depan mereka. Ayahku mengusap punggungku dan menyuruhku bersabar. Ibuku cuman bisa diam dan menghela nafas.

Aku bilang ke mereka, salahku dimana? kenapa kog dia bisa segini jahatnya ke aku. Dan saat itu orang tuaku tidak bisa memberikan jawaban.

--------------- Enam -----------------
6. Aku memiliki teman dekat SMA bernama Citra, dengan nickname dia adalag Agiel. 
Agiel memiliki pembawaan yang super tomboi, dan yup memang dia mengakui sebagai kaum pelangi. Saat itu kami membuat perjanjian bahwa jika suatu hari dia memiliki rasa ke aku, dia harus jujur sehingga pertemanan kita bersih. Dan dia setuju, aku tidak terganggu dengan segala tingkah polah dia selama tidak mengusikku secara berlebihan.

Di suatu sore, ketika papak mamak dan aku duduk-duduk depan tv (adikku main game di komputer, kalau tidak salah ingat game who wants to be a millioner), Papak memulai percakapan yang bikin aku kaget.
P: 'Citra kae opo lesbi?' translate (' apa Citra itu lesbian?)
A: 'hah? kenapa tau-tau nanya gitu?'
P: 'iyo ora?'
A: 'iyai, kenapakah? kog Papi bisa tahu?'
P: 'M**** sing ngomong, jare aku dikon nggatekne pergaulanmu. Koncomu enek sing lesbi' Translate (M**** yang bilang, katanya aku disuruh perhatiin pergaulan kamu karena temenmu ada yang lesbi)
A: 'dih ngapain sok care? lagian aku ama Citra juga biasa aja, kami punya aturan pertemanan sendiri yang ga usah dia ikut masuk ke dalamnya'
P: 'aku percoyo kw nduk, penting ngati-ngati mawas diri'  Translate: (aku percaya kamu nduk, yang penting hati-hati dan mawas diri)
A: 'Amaan Pi'

Hmmm kalian pasti tahu dong apa yang aku rasakan? semakin benci dan benci dan makin benci. 
Balik lagi, aku tidak pernah ganggu kehidupan pribadi dia bahkan kehidupan pertemanan dia.

Aku engga pernah cerita ke orang tuaku kalau dia sama pacarnya si A*i itu doyan kirim-kiriman foto mesum. 
Karena apa? ya karena itu urusan mereka.

Tapi lihat kelakuan dia ke aku?
Dia usik aku, usik pertemananku, dan suka sekali melihat orangtuaku marah ke aku tanpa sebab.
Akupun yakin, jika dia membaca tulisan ku ini. Dia akan ngereog dan merasa engga terima, lalu akan berteriak-teriak "mana buktinya aku suka kirim-kiriman foto mesum? mana? kasih lihat. Jangan asal ngomong sembarangan kamu".

Wkwkwk... kocak... Dia tahu betul kalau aku tidak memiliki bukti fisik. Ya karena apa? karena dia tidak pernah meletakkan handphone Nokia 6680 sembarangan dan kalaupun sembarangan, saat itu sangat sulit bagiku untuk mengcopy file ke dalam disket floppy. 

Ya masa aku pasrahin ginian ke Allah, Allah juga ketawa kali ngelihat cara dia berucap seolah-olah bersih padahal kotor juga.
Curiga, ini orang penyakit hatinya sudah membusuk kaya apaan. 

hufth.. masih banyak lagi yang ingin aku tulis, tapi tunggu rehat dulu bentar ya. Capek eim.

last update 04 Januari 2025 12.15 WIB

Friday, November 22, 2024

Tahu gitu, biarin aja dah

Yah namanya juga manusia. Adakalanya ketika sedang kesel, dan kecewa sama seseorang yang teringat adalah segala keburukannya. 

Bahkan kadang untuk mencoba mengingat secuil kebaikannya saja susah. 
Contoh yang saat ini sedang terjadi, ketika aku sedang merasa marah dan kecewa dengan seseorang. Segala tingkah buruknya yang uda berlalu sekian tahun, masih lekat teringat di kepala.

Tema kali ini masih tentang kelakuan sesosok perempuan, dengan sebutan 'Ba'.
Selain dia yang doyan block contact, dan update status tentang keadaannya, dia juga punya kebiasaan 'bikin gemes' atau apapun itu esensinya.

Seperti contoh kejadian di tahun 2019 ini.

APES

adalah satu kata yang biasanya digunakan untuk mewakili keadaan ketika seseorang menghadapi atau mengalami hal sial. 

Yak! Semacam itulah gambarannya.
Apes bagiku adalah bukan tentang kran mati di saat kita lagi asyik boker, atau bensin habis ketika lagi jalan keluar. Apes saat ini bagiku adalah ketika aku dipertemukan dengan seonggok daging hidup, yang memiliki pemikiran amit-amit kacaunya.

Sebutlah dia 'Ba', Ba adalah seorang wanita yang awal aku kenal terlihat cukup mudah bergaul, dengan karakter dia yang bisa dibilang ekstrovert atau lebih ke arah banyak ngomong, membuat dia punya banyak teman (awalnya).

Namun berjalannya waktu, beberapa rekan memperingatkan aku bahwa Ba ini memiliki dua karakter yang cukup kontra, semacam di depan aku baik namun di belakang aku dia tidak segan menjadikanku bahan omongan atau sekedar roasting semata.

Monday, June 24, 2024

Dia

Dia?
Salah satu orang yang namanya akan selalu melekat dalam ingatan. (dlm konteks positif)

Dia?
Wanita mandiri yang jarang banget rewel soal kehidupan, padahal bisa dibilang udah mandiri dari jaman masih gadis seragam putih biru.

Dia?
Orang pertama yang (mungkin) sampe berbusa, nasehatin aku supaya engga cinta buta sama lelakik. 
Tapi namanya orang jatuh cinta mah sampe budek jg ga akan dengerin nasehat kanan kiri kan, dan itu berlangsung 12 bulan *3.Hahaha
*singkatnya selama kuliah, waktu dn energi dia habis cuman buat nyadarin otak dn hatiku yg lagi somplak ama seorang lelakik. 😢

Dia? 
Ya, selalu ngelihat sisi positif seseorang. Padahal kelakuan orang tersebut tak jarang uda masuk kategori bangsat banget.
*Sangking positifnya sampai kadang aku yang emosi 
dan bilang -jangan terlalu naif-😫

Friday, April 26, 2024

'Berharap' itu...

Berharap itu adalah satu kata berjuta khayalan menurutku (opini pribadi ya).

Apalagi jika kita berharap kepada manusia, hampir mayoritas orang ketika memiliki harapan kepada manusia, berakhir tragis, dikecewakan, dan dibikin berduka.

Oleh karenanya jangan pernah berharap pada manusia.
Berharap itu perlu tapi ada baiknya kepada hal-hal yang memang dapat kita 'usahakan'.

Bahas membahas soal harapan, aku pernah berfikir bahwa orang yang dulunya 'raja tega' memiliki harapan untuk berubah.
Ternyata Bullshit. 

Wednesday, April 3, 2024

Bangsat

adalah nama hewan yang juga dikenal dengan kutu busuk. Hewan ini beraroma tidak sedap, bau busuknya sangat menyengat di hidung. Karena itulah dia disebut kutu busuk (arti kata secara harfiah).
Selain memang untuk penamaan hewan, bagiku sebutan ini juga bisa digunakan untuk orang yang memiliki sifat:
1. Suka mengarang cerita, untuk menaikkan pamor diri sendiri dengan menjatuhkan karakter orang lain.
2. Terbiasa manis di depan, tetapi beraroma busuk di belakang.

Contoh:
Kampret suka mengatakan hal-hal buruk tentang Sebloh.

Tuesday, April 2, 2024

Knowing Yo Self Than Others

Kamu kira setelah segala yang kamu perbuat ke aku dan pasanganku, semua akan baik-baik saja?
Tentu tidak.

Kamu melihat aku diam, bukan karena baik-baik saja.
Tetapi karena aku tuh pendendam, dengan segala paket bawaannya.
Aku memilih membunuh karaktermu di dalam fikiran dan hidupku.

Friday, March 29, 2024

Terlihat Memprihatinkan

Bukan lagi tentang benci.
Rasa benci yang ada, sudah mendarah daging dan tidak akan mudah dihapus begitu saja.
Benci berbalut kecewa, geli, bahkan ada rasa ingin menertawakan di dalamnya.

Dari sekian banyak rasa yang aku miliki karena segala tingkah polah dan sikap yang dia perbuat, aku menjadi iba.

Bukan ingin memeluknya, namun lebih kepada ingin melihat sejauh mana lagi dia bisa berbuat.

Sungguh dia sangat menyedihkan di mataku, berusaha begitu gigih hanya untuk memuaskan keinginannya.

Monday, March 18, 2024

Manipulatif part IV

Eits... jangan kalian kira kisah plat DD mampu mengakhiri sifat manipulatif doi ya.

No. D'big No.
Asal kalian tahu nih, diam-diam selama di sono (Plat DD) doi bertingkah yang bikin aku geleng-geleng kepala atas bawah, sangking terheran-herannya.

Gini, sehari sepulang aku dari sana. Tetiba aku menerima sms dari sahabat deketku. Isinya makian semua.
Anjaai.. kaget ga tuh.

Sebutlah nama awalanya PU belakangnya TRI. Hahaha.
Aku dan Putri sudah berteman dari SMP (sekitar jalan 8tahun). Sahabat yang sudah sangat ngelotok aku kenal, tiba-tiba mengirimkan pesan makian.

Wednesday, March 13, 2024

Manipulatif part III

Lanjut nih? okeeih.. Udah berapa urutan kemaren? 4 ya? its time to number 5 berarti kan. Masih seputar doi yang sudah terkenal super manipulatifnya nih.

Yuuk kita jumping ke tahun 2007 atau 2008, anggeplah sekitar itu.

Jika ada yang bertanya 'Hei.. kamu pernah main ke Plat DD gak?'
Jujur aku akan sangat bingung jawab pertanyaan ini. Karena ya gitu, dibilang engga pernah ya pernah, dibilang pernah ya kaya engga pernah. 
*Nahloh..

Friday, February 23, 2024

[Kembali] MATI

Hei kamu..
Kita pernah duduk bersama, saling bercerita dan bercengkerama.
Aku pernah mendengarkan mungkin separuh kisah hidupmu dan pernah menjadi 'saksi kecil' di dalamnya.

Kala itu, terlihat pancaran amarah di mata kamu ketika kamu menceritakan bahwa kamu adalah orang yang begitu tegas.

Tidak akan segan-segan memutus hubungan dengan orang lain yang telah melukai harga dirimu.

Kamu pernah menganggap mati orang yang dengan sengaja menghina ataupun merendahkan suamimu.