Pages

Thursday, May 14, 2026

...

Aku pernah dipertemukan dengan seorang perempuan dewasa, saat itu dia mengatakan sangat ingin mengakhiri masa lajangnha. 

Entah nanti akan dipertemukan dengan duda, ataupun pria single dia akan setuju dan menerima, yang terpenting adalah masa lajangnya segera berakhir.

3tahun kemudian, Tuhan mengabulkan doanya.
Dia dipertemukan dengan lelaki dewasa, dengan satu anak. 
Dia sungguh bahagia, dan setiap hari bercerita padaku bahwa dia sangat sayang dengan anak dari (calon partner) tersebut.
Bahkan, dia menunjukkan ekspresi yang saat itu aku tangkap adalah kesedihan dan iba ketika menceritakan kisah anak tersebut yang ternyata baru saja ditinggal meninggal ibunya sehingga anak tersebut seperti kehilangan arah, panutan, dan kasih sayang.

Saat itu, dia menceritakan niat baiknya bahwa ingin menjadi sosok ibu sambung untuk anak tersebut supaya tidak lagi kehilangan figure seorang Ibu. Dan aku meng-amiini niat baik dia.

Singkat cerita, yang dia doakan:
 - tidak lagi lajang, terkabul.
- menjadi sosok ibu sambung dari anak malang yang dia ceritakan tempo hari, terkabul.

Namun sepertinya kenyataan di lapangan tidak semulus paha lucinta luna, dan perjalanan tidak semudah ngebangun Burj Khalifa.

Dari kenyataan hidup dia yang aku dapat ambil pelajaran adalah:

*aku takut meninggal di saat anak-anakku belum cukup dewasa untuk hidup mandiri. Karena aku engga tahu, semeninggalnya aku nanti apakah Pak Gaung akan lekas menikah (lagi) atau tidak.

Jika pun pilihan dia menikah lagi, apakah nanti wanita yang mendampingi dia akan mampu membersamai anak-anakku seperti kami saat ini.

Aku percaya takdir hidup dan mati sudah tertulis, doaku adalah semoga kami bisa sehat, dan panjang usia sampai anak-anak kami mampu dewasa dn mandiri. aamiin

No comments:

Post a Comment