Pages

Saturday, August 27, 2022

alangkah lucunya si 'manusia' ini

Pernahkah kalian merasakan perasaan geli yang luar biasa besar kepada seseorang?
Hingga berasa ingin menghantamkan kepala orang tersebut ke dinding atau meja, biar lega dan puas?
.
Ya, saat ini aku sedang merasakan hal tersebut. Jika tidak dalam keadaan sadar, mungkin sudah aku lakukan.
.
Geli melihat sikap dan gaya orang yang amat sangat tidak bisa menghargai orang lain, tidak merasa memiliki salah, bahkan yang ada malah berlaku seolah-olah dialah korban dari sifat bangsatnya.
.
Kali ini aku benar-benar sedang merasa alergi dengan sosoknya (ah lupa, ketika aku menuliskan ini, dia masih ada dalam daftar friend list IG ku).
Kenapa tidak di remove? Oh tidak. Biarkan dia sendiri yang melakukannya, sama seperti ketika dia memilih untuk delete contact whatsapp di saat dia merasa tersakiti dengan ketikanku yang aku anggap logis dan memang fakta.
.

Friday, July 29, 2022

Darinya aku belajar...


Darinya aku belajar bahwa sampai kapanpun pertemanan tidak akan bisa mulus berjalan jika salah satunya selalu mengedepankan ego..

ah salah.. bukan hanya pertemanan, tetapi hubungan apapun tidak akan pernah abadi jika ego tetap mendominasi..

Bahkan karena ego-lah otak menjadi tumpul.. 
Fikiran menjadi buntu dan menganggap segala pilihan yang diambil adalah yang terbenar..
Merasa apa yang dilakukan adalah yang terhebat..

Tuesday, March 15, 2022

Do You Believe In Divorce?

"Do you believe in divorce?". Satu kalimat yang "dulu" menurutku sangat aku hindari, atau tidaklah pantas untuk ditanyakan. Boro-boro buat tanya ke orang lain, terlintas di fikiran saja engga..

Kita boleh berencana, namun waktu, keadaan, fikiran, dan kondisi terkadang menentukan hasil akhir.. Menurutku tidak sedikit dari ribuan orang di luar sana memilih untuk tetap berjuang dalam ikatan komitmen yang mungkin dirasa sudah tidak lagi mesra.. 

Setiap langkah adalah pilihan, ya.. pilihan dari masing-masing orang yang menjalaninya, dan Yes.. i choose it, pada akhirnya aku memilih untuk melepaskan dan merelakan sebuah ikatan yang entah jika dijalani akan berujung kemana.. Nope! Jauh di dalam hati kami, we know what will happen.. soon or later.

Friday, February 4, 2022

Random Partner

Yaaaak!! 
Kemarin-kemarin tulisan udah model martabak, campur-campur. Sekarang saatnya buat share yang happy-happy yak.

Berawal dari ketemu partner yang emang doyan serba dadakan, sering banget kami berada dalam kondisi random. 
Kaget sih, tapi lebih ke dominan seru-nya.

Contohnya adalah tiba-tiba tengah malem ngajakin beli makan ke BK Salemba-lah, tahu-tahu ngajakin beli sate ayam BINUS lah, tetiba siang tengah hari bolong ngajakin ke Ancol lah, yang paling sering adalah kelaperan tengah malem dan engga mau dimasakin mie. Alias jalan-jalan keliling kota dengan agenda cari makan.

Monday, October 4, 2021

Untukmu yang merasa teman

Teruntukmu seseorang yang mengaku sebagai teman, namun sering kali memberikan luka yang terdalam dibanding kan mereka yang jelas telah aku anggap sebagai kawan.

Entah kenapa untuk kesekian kalinya lidahmu menorehkan luka yang sulit aku hapus dari telinga, mata, dan hati. 

Kamu selalu mengatakan bahwa hanya kamulah yang bersedia menjadi temanku, tetapi sikap dan tutur katamu sama sekali tidak mencerminkan bahwa aku adalah teman di dalam hidupmu.

Ini pertama kalinya aku merasakan kekecewaan pada orang di luar lingkaran kehidupan inti.

Jika memang aku hina di matamu, apakah dengan cara selalu merendahkan dan berusaha memancing orang untuk mengetahui kekuranganku adalah hal yang membanggakan untukmu?

Tuesday, May 4, 2021

Josua Jory Winowoda

Hei..kenapa menuliskan namanya begitu lengkap?

Iya, kali ini aku sengaja menulisnya dengan begitu lengkap. Ingin kukenang nama lengkapnya seperti aku mengenal sosoknya.

Ya, Josua Jory Winowoda atau aku sering memanggilnya dengan sebutan *Joshu* . Bagiku dia bukan hanya anggota team di kantor, namun juga aku kenal sebagai rekan, teman, dan sahabat yang selalu setia menemani ketika kita kesusahan.

Bukan sosok yang memilih pertemanan, bukan orang yang memilih siapa yang akan dia bantu.

Tuesday, April 6, 2021

Berteman seharusnya tidak membuat kita menjadi terbangsatkan.

Ya, sesuai dengan judulnya bahwa berteman seharusnya tidak membuat kita menjadi bangsat atau terbangsatkan. Hah.. apapula itu terbangsatkan?

Aku tidak dapat menemukan kata yang pas untuk mewakili kondisi ini, dimana ketika kita memiliki teman sewajarnya adalah kita merasa bahagia, bukan malah menjadikannya beban.

Di jaman sekarang ini tidak munafik banyak sekali orang yang berteman hanya untuk mendapatkan bahan gibah atau gosip. Makna pertemanan telah bergeser dari yang dahulunya sebagai tempat sharing, menjadi tempat 'who cares'.. (Memang tidak semuanya seperti ini, tetapi kita juga tidak bisa menutup mata bahwa yang tertulis pun ada sisi benarnya).

Apakah aku termasuk orang yang susah memiliki teman?Hingga menulis sekasar ini? Jelas.