Tuan..maaf
saya sedikit bingung dan tidak mengerti dengan apa yang anda inginkan??
anda ingin dia menjadi penurut dalam kesehariannya.. lalu? kurang
-penurut- apalagi jika dia yang selama ini :
1. selalu berusaha tidak membuat absensi merah (bahkan dengan berangkat 2jam lebih awal dari biasanya telah dia lakukan)
2. dia yang satu derajat dengan anda -pekerja- memiliki hak cuti yang sama dengan anda, namun dia lebih memilih mengabaikan hak tersebut untuk menjadi -penurut- di mata anda
3. jika anda berkata risih dengan rengekan, ingatlah bahwa dia adalah
orang yang tidak pernah merengek untuk membuat hidup anda suram dalam
hari-hari kerja anda.
4. dia yang selalu berkata "iya" ketika anda bertitah "kerjakan"
kurang penurut apalagi Tuan?? ataukah dia harus meminum air bilasan
kaki anda, untuk menjadikannya benar-benar penurut di mata anda??
Maaf Tuan, anda bukan ALLAH SWT yang harus dia sembah.
Tuan yang terhormat, saya mohon sisakan waktu senggang anda untuk sedikit membaca kitab yang kita yakini sama :
Allah SWT berfirman : “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat
baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu
bagi dirimu sendiri...” (QS. Al-Isra'/ 17 : 7) dan bahkan "Allah
menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu"
(QS. AL Baqarah : 185)
Showing posts with label luka. Show all posts
Showing posts with label luka. Show all posts
Saturday, April 12, 2014
Monday, February 3, 2014
J&J to A&A
Kita pernah berada pada posisi jengah, tidak perduli dengan apa yang orang lain rasakan
Bahkan sangat tidak perduli dengan itu semua...
Jengah menghadapi kondisi lingkungan , jengah menghadapi klien, jengah menghadapi keluarga, jengah menghadapi lingkungan main, jengah menghadapi lingkungan kerja atau yang lebih ekstrem jengah menghadapi hidup.
Dan terkadang kita dipaksa untuk tetap berada pada posisi yang membuat kita ingin berteriak `ENOUGH` meskipun pada kenyataanya kita tetap berada ditempat dan posisi yang sama.
Bahkan sangat tidak perduli dengan itu semua...
Jengah menghadapi kondisi lingkungan , jengah menghadapi klien, jengah menghadapi keluarga, jengah menghadapi lingkungan main, jengah menghadapi lingkungan kerja atau yang lebih ekstrem jengah menghadapi hidup.
Dan terkadang kita dipaksa untuk tetap berada pada posisi yang membuat kita ingin berteriak `ENOUGH` meskipun pada kenyataanya kita tetap berada ditempat dan posisi yang sama.
Subscribe to:
Posts (Atom)