Pages

Saturday, January 25, 2020

Melangkah

 Tiba-tiba semua terasa hampa, segala rasa, daya dan upaya yang selama ini terjalin begitu indah terasa memudar...Titian yang dulunya terlihat begitu kokoh, hingga aku mampu sesumbar tak akan goyah toh pada akhirnya rapuh juga...

Dengannya yang membawaku meniti jalanan baru dan dengannya pula ku temui kehidupan berbeda kembali sirna.. memuai dan mungkin nantinya akan menghilang tak  berbekas...

Tiba saatnya kembali pada titik awal dimana yang bersinar belum tentu bertahan dan yang berkilau akan membuatmu terpukau...

Tuesday, December 10, 2019

Tentang Rindu

Engkau sering berkata bahwa ketika aku terluka, Engkau pun merasakan rasa yang sama..
Susah bernafas, hingga terasa sesak batin menghimpit...
Engkau sering berkata bahwa ketika melihatku menangis, engkaupun merasakan hal yang sama..
Ada pedih merasuk dalam relung hati...

Apakah saat ini masih berlaku hal yang sama?
Jika iya, seharusnya saat ini batinmu pun sedang tersiksa seperti batinku yang begitu rapuh merindukan hadirmu, meski sebatas hanya mimpi dan khayal...

Jika dengan memimpikanmu mampu meredakan rasa rinduku ini, aku rela memohon kepadaNya untuk selalu mengirimkanmu dalam mimpiku...

Aku tak pernah malu untuk memohon kepadamu bila hal itu mampu membuatmu melihatku (lagi)
ataukah aku hanya perlu terdiam... menunggumu melihatku (tanpa paksaan)

Saturday, November 9, 2019

just let it..

 


Sementara - FLOAT
Sementara
Teduhlah, hatiku
Tidak lagi jauh
Belum saatnya kau jatuh
Sementara
Ingat lagi mimpi
Juga janji-janji
Jangan kau ingkari lagi
Percayalah, hati
Lebih dari ini pernah kita lalui
Jangan henti disini
Sementara
Lupakanlah rindu
Sadarlah, hatiku
Hanya ada kau dan aku
Dan, sementara
Akan kukarang cerita
Tentang mimpi jadi nyata
Untuk asa kita berdua
Percayalah, hati
Lebih dari ini pernah kita lalui
Takkan lagi kita mesti jauh melangkah
Nikmatilah lara







just let it....be a friend 2019

Sunday, July 21, 2019

Ingin Bersamamu

Aku ingin menjadi secangkir kopi yang engkau cari di pagi hari...

Aku ingin menjadi secangkir kopi, yang mampu menemani sepanjang siangmu...

Dan aku tetap ingin menjadi secangkir kopi, yang kau cari di kala senja dan malammu..

Singkatnya aku ingin menemani harimu dari pagi, siang, senja hingga malam sebelum kau terlelap..

-aku ingin bersamamu-

Friday, July 19, 2019

I.R.I

Bagiku tetap ada yang salah dengan caramu menikmati kopi...
Kau tau pasti bahwa mereka memang tercipta pahit namun tetap saja masih kau biarkan lidahmu untuk mengenalnya..

Untuknya kau bertahan, bahkan sesekali mengatakan sepahit apapun mereka tetaplah akan terasa manis ketika tahu cara menikmatinya..

Lalu bagaimana dengan aku?
Setiap kali aku menjadi manis, tak pernah sedikitpun kau melirikku bahkan menikmati diriku..
Haruskah aku menjadi pahit agar aku dipilih dan layak menjadi santapanmu..

Hei kau kopi... Aku begitu iri kepadamu, yang mampu menemani dia dari terbit fajar hingga datangnya senja...

Ada kamu dia merasa tenang...
Tanpamu dia bimbang dan merasa kurang..
Yang menyakitkan bagiku adalah dia memilih mencarimu daripada memikirkan aku yang lelah mencarinya..

Hei Kopi, jika menjadi pahit membuatnya bahagia sepertinya aku akan mengalah, bagaimana bisa aku menjadi pahit jika nanti aku merana karena melihatnya terluka..

Toh pada akhirnya aku tidak mampu menjadi pahit untuknya.

Sunday, July 14, 2019

Jangan...

Jika rasa sayang menjadi pengukur rindu..
Tak akan kubiarkan kau mengenalnya.

Karena dengan engkau berkata sayang, pada akhirnya nanti engkaupun akan berkata 'rindu'

Dan ketika saat itu tiba, niscaya aku akan rapuh..
Lelah fikiranku mencerna dan letih kakiku mencari celah, bagaimana cara agar aku mampu menemukanmu..

Aku ingin menggenggam tangan kasarmu kali ini. Sekedar tuk berkata `jangan rindu kepadaku'

Saturday, June 15, 2019

Genggam aku agar aku dapat menggenggam dunia

Jika dengan menghela nafas mampu meringankan apa yang sedang aku rasakan, sepertinya kali ini aku akan melakukannya ribuan kali.

Tidak ada yang mampu mengusik fikiran ku sebelumnya, hingga kali ini aku merasa terganggu dan mulai serius memikirkannya.

Kurang dari 10 menit yang lalu, aku menerima pertanyaan yang sungguh di luar tebakanku (Pertanyaan yang cukup enteng) namun membuatku tertahan hingga sampai dengan saat ini aku belum membalasnya.

Yaa. Seseorang menanyakan kepadaku, apakah dia sudah termasuk dalam kategori 'inner cyrcle' ku. Alias dia bertanya kepadaku apakah Dia telah menjadi bagian dari temanku. Hmm cukup mudah bukan? Namun kenapa aku begitu kesulitan memberikan jawaban?

Mengapa aku begitu sulit memberikan respond balasan, sedangkan bagi sejuta orang mungkin hal ini cukup mudah. Tidakkah seharusnya aku cukup enteng untuk sekedar berkata 'Yaiyala kamu temen aku, masa gitu aja nanya'
Atau bisa juga dengan menjawab 'Jelas doong, kan kita uda kenal lama'
Ya. Mungkin bagi sebagian orang, memberikan dua buah jawaban seperti itu adalah hal yang sangat mudah. Namun tidak bagiku.

Inner cyrcle adalah hal yang sangat special (menurutku) dimana kamu bisa atau tanpa segan menceritakan tentang hal-hal yang melekat pada dirimu yang dulu, sekarang atau masa nanti.
Inner cyrcle adalah hubungan dimana kamu bisa menjadi dirimu sendiri tanpa perlu polesan make up, bibir manis, sikap lembut.